Logo

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan

Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah

Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal: Studi Naratif tentang Resiliensi dan Adaptasi Guru di Pedalaman Tambrauw

Anita Novita Machmud
Anwar Novianto
Firmansyah
Submitted
Nov 26, 2025
Published
Jun 30, 2026
PDF
Citation
Machmud, A. N., Novianto , A., & Firmansyah. (2026). Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal: Studi Naratif tentang Resiliensi dan Adaptasi Guru di Pedalaman Tambrauw. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 11(1), 57–74. https://doi.org/10.24832/jpnk.v11i1.6920
Abstract

Pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3-T) yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis yang menantang, serta keragaman sosial dan budaya yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan pembelajaran kontekstual, strategi yang dikembangkan untuk mengatasinya, serta refleksi profesional yang muncul dari pengalaman mengajar di daerah di wilayah 3-T. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif yang melibatkan empat puluh guru sekolah dasar di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan naratif dan tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan, meliputi keterbatasan infrastruktur pendidikan, kondisi geografis yang sulit, rendahnya dukungan sebagian keluarga dan masyarakat, serta kompleksitas pengelolaan kelas rangkap (multigrade classrooms). Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru mengembangkan berbagai strategi adaptif dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, mengintegrasikan budaya lokal, bahasa daerah, cerita rakyat, tradisi masyarakat ke dalam pembelajaran, serta melibatkan orang tua dan tokoh masyarakat dalam proses pembelajaran. Kearifan lokal berfungsi sebagai fondasi penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat identitas budaya siswa. Dengan demikian, pembelajaran kontekstual di daerah terpencil merupakan proses adaptif dan transformatif yang ditopang oleh resiliensi, kreativitas, dan refleksi profesional guru dalam mempromosikan pendidikan yang relevan, bermakna, dan berkelanjutan. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya kebijakan kurikulum yang afirmatif dan program dukungan psikososial yang berkelanjutan bagi guru di wilayah 3-T.

Keywords
pembelajaran kontekstual kearifan lokal refleksi profesional guru strategi adaptif sekolah terpencil
Statistics

Downloads

Download data is not yet available.
Read Counter : 0
Downloads : 0
References
Carrete-Marín, N., Domingo-Peñafiel, L., & Simó-Gil, N. (2024a). Teaching materials for rural schools: Challenges and practical considerations from an international perspective. International Journal of Educational Research Open, 7. https://doi.org/10.1016/j.ijedro.2024.100365
Carrete-Marín, N., Domingo-Peñafiel, L., & Simó-Gil, N. (2024b). Teaching materials in multigrade classrooms: A descriptive study in Spanish rural schools. Social Sciences and Humanities Open, 10. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.100969
Erawati, D., Nailis Saniyyah, F., Silvana, A., Mutmainah, S., & Prasetya Adi, N. (2025). Pendidikan berbasis budaya: Integrasi kearifan lokal di alam pembelajaran kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Kalibeber. Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Dan Dasar, 2(01), 25–35. https://doi.org/10.54604/elm.v2i01.508
Firmansyah, F., Prasojo, L. D., Jaedun, A., & Retnawati, H. (2022). Transformational leadership effect on teacher performance in Asia: A meta-analysis. Cypriot Journal of Educational Sciences, 17(6), 2127–2146. https://doi.org/10.18844/cjes.v17i6.7552
Guenther, J., Disbray, S., Benveniste, T., & Osborne, S. (2017). “Red dirt” schools and pathways into higher education. In Indigenous Pathways, Transitions and Participation in Higher Education: From Policy to Practice (pp. 251–270). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-10-4062-7_15
Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.
Jubhari, Y., Sasabone, L., & Nurliah, N. (2022). The Effectiveness of contextual teaching and learning approach in enhancing Indonesian EFL secondary learners’ narrative writing skill.REiLA/ : Journal of Research and Innovation in Language, 4(1), 54–66. https://doi.org/10.31849/reila.v4i1.8633
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1). https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Nurteteng, N., Sunra, L., & Dollah, S. (2024). Adapting the english language teaching curriculum to overcome resource limitations in rural areas. Jambura Journal of English Teaching and Literature, 5(2), 71–82. https://doi.org/10.37905/jetl.v5i2.27988
Nurwidodo, N., Rahardjanto, A., Husamah, H., Mas’odi, M., & Mufrihah, A. (2017). Teacher resilience in remote islands area: A case study in Small Pagerungan Island Sumenep Regency, Indonesia. Journal of Education and Learning (EduLearn), 11(1), 47–56. https://doi.org/10.11591/edulearn.v11i1.4669
Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health
and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544. https://doi.org/10.1007/ s10488-013-0528-y
Patras, Y. E., Juliani, A., Nurhasanah, N., Maksum, A., & Hidayat, R. (2023). A review of culture-based learning at primary level in Indonesia. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 15(3), 3923–3936. https://doi.org/10.35445/alishlah.v15i3.3525
Rasmin, L. O., Dollah, S., & Abduh, A. (2024). Teachers’ perceptions and experiences with translanguaging implementation in rural EFL classrooms: A Case Study from Indonesia. Seltics Journal: Scope of English Language Teaching Literature and Linguistics, 7(2), 179–199. https://doi.org/10.46918/seltics.v7i2.2491
Sartika, E., Gorontalo, U. N., Gorontalo, U. N., Semiaji, T., & Gorontalo, U. N. (2024). Local culture-based education: Creating a learning environment that promotes local integrity. International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL), 2(6),1513–1523.
See, B. H., Morris, R., Gorard, S., & El Soufi, N. (2020). What works in attracting and retaining teachers in challenging schools and areas? Oxford Review of Education, 678–697. https://doi.org/10.1080/03054985.2020.1775566
Seelig, J. L. & McCabe, K. M. (2021) “Why teachers stay: Shaping a new narrative on rural teacher retention”, Journal of Research in Rural Education 37(8), 1–16. https://doi.org/10.26209/jrre3708
Sun, X., & Liao, W. (2025). Making sense of teacher resilience change from a sensemaking perspective: A Chinese Case. Beijing International Review of Education. https://doi.org/10.1177/25902547251372676
Vestal, S. S., Burke, R. S., Browning, L. M., Hasselquist, L., Hales, P. D., Miller, M. L., Nepal, M. P., & White, P. T. (2025). Building resilience in rural STEM teachers through a noyce professional learning community.Education Sciences, 15(1). https://doi.org/10.3390/educsci15010085