Meskipun berbagai kebijakan telah diarahkan untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD), implementasinya di wilayah rural masih menghadapi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sistem manajemen PAUD yang mampu mengakomodasi karakteristik dan kebutuhan pendidikan usia dini di daerah rural. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sistem manajemen pendidikan PAUD di wilayah rural Kabupaten Probolinggo dalam konteks keadilan akses dan mutu pendidikan, memahami pengalaman dan praktik guru serta kepala PAUD, serta merumuskan model konseptual manajemen PAUD yang sesuai dengan konteks lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada 37 lembaga PAUD di wilayah rural Kabupaten Probolinggo. Data diperoleh dari guru dan kepala PAUD melalui FGD dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen PAUD di wilayah rural dipengaruhi oleh interaksi antara faktor geografis, sosial budaya, dan tingkat keterlibatan masyarakat. Temuan juga mengungkap bahwa guru dan kepala PAUD menghadapi berbagai tantangan dalam menerjemahkan prinsip pemerataan akses dan mutu ke dalam praktik pengelolaan dan pembelajaran sehari-hari. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model manajemen PAUD konseptual dan kontekstual yang bertumpu pada kemitraan sekolah, keluarga, dan masyarakat yang didukung oleh kurikulum yang adaptif dan sensitif terhadap budaya lokal. Model ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pengelolaan PAUD untuk mendukung terwujudnya keadilan akses dan mutu pendidikan anak usia dini yang optimal di daerah rural.