Logo

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan

Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah

Menguak Tabir Kotak Pandora Manajemen Pendidikan

Bambang Indriyanto
Telah diserahkan
2016-08-15
Diterbitkan
2013-06-03
PDF (INGGRIS)
Citation
Menguak Tabir Kotak Pandora Manajemen Pendidikan. (2013). Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 19(2), 279-296. https://doi.org/10.24832/jpnk.v19i2.286
Abstract

Educational management, as the management in other areas, is a process which is thought as mystery one, since it takes places within an organization in which only selected persons in the organization get involved. In this article, that process is an analogy to the Pandora box. This article however is not intended to disclose negatives aspects of the management as the Pandora box literally connotes. On the contrary, it is intended to disclose management processes of education that give hopes to the improvement of efficiency and effectiveness of accountable educational policy implementation.


ABSTRAK

 

Manajemen pendidikan sebagai manajemen lainnya merupakan suatu proses yang sering dianggap bersifat misteri karena terjadi dalam suatu organisasi. Mereka yang terlibat adalah pihak-pihak tertentu yang berada pada tingkat manajemen. Dalam tulisan ini, proses tersebut analog dengan kotak Pandora. Namu demikian, tulisan ini tidak bermaksud untuk mengungkap hal negatif tentang manajemen pendidikan, sebagaimana makna sesungguhnya dari kotak Pandora. Tujuan tulisan ini justru untuk mengungkap proses manajemen pendidikan yang sedang berlangsung, sehingga dapat memberikan harapan bagi upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas, dan implementasi kebijakan pendidikan secara akuntabel.

Keywords
education management education budget decentralization school principal leadership teacher leadership manajemen pendidikan anggaran pendidikan desentralisasi kepemimpinan kepala sekolah kepemimpinan guru.
Statistics
Read Counter : 643
Downloads : 811

Cara Mengutip

Menguak Tabir Kotak Pandora Manajemen Pendidikan. (2013). Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 19(2), 279-296. https://doi.org/10.24832/jpnk.v19i2.286
References
190